Bayi Tabung : 9 Tahap Yang Harus Dilalui Agar berhasil Hamil - Semoga Sehat

Bayi Tabung : 9 Tahap Yang Harus Dilalui Agar berhasil Hamil

Bayi tabung atau dalam bahasa kedokterannya biasa disebut In Fitro Vertilization (IVF) merupakan salah satu cara yang digunakan untuk mengatasi masalah pasangan suami istri yang sulit mendapatkan keturunan secara normal.


Bayi tabung adalah proses pembuahan sel telur dan sel sperma diluar tubuh, sesuai dengan namanya pembuahan terjadi bukan di dalam rahim tetapi di dalam tabung. Sel telur yang sudah matang dari indung telur dibuahi sperma dalam media cair. Apabila pembuahan berhasil maka embrio akan di masukkan kembali kedalam rahim agar berkembang menjadi bayi.



Kapan Memutuskan Untuk Program Bayi Tabung


Tentunya sepasang suami istri tidak akan memilih program bayi tabung untuk mendapatkan anak apabila mereka bisa mendapatkannya secara normal, hal ini disebabkan karena ada permasalahan pada organ reproduksi. Permasalahan bisa saja pada istri, bisa juga pada suami atau pada kedua-duanya.



Beberapa kondisi di mana dokter menyarankan bayi tabung :


1. Produksi sperma suami memiliki kualitas yang rendah
2. Sperma tidak bisa melewati cairan pada leher rahim
3. Endometriosis
4. Produksi sel telur sedikit akibat gangguan ovulasi
5. Adanya penyumbatan pada jalur sel telur
6. Masalah kesuburan yang tidak dapat diketahui
7. Memiliki resiko penyakit keturunan (dengan IVF hanya embrio yang tidak memiliki resiko penyakit turunan yang ditanam ke rahim)



Teknik Bayi Tabung


Ada 2 teknik yang digunakan dokter dalam program bayi tabung Anda tinggal memilih
Menyesuaikan keadaan.

Teknik yang biasa digunakan dalam program bayi tabung :


1. Teknik konvensional


Mempertemukan 1 sel telur dengan 10.000 sperma, Kelebihan dari teknik konvensional adalah mudah dilakukan sehingga biayanya lebih murah.



2. Teknik ICS


Mempertemukan 1 sel telur dengan 1 sel telur dengan cara diinjeksi, Kelebihan pembuahan tetap akan terjadi walaupun kualitas sperma jelek, kelemahannya teknik ini sulit dilakukan karena membutuhkan alat yang lebih canggih otomatis biayanya juga akan menjadi lebih mahal.



Tahapan dan Proses Bayi Tabung


Jika kita membaca penjelasan singkat tentang bayi tabung diatas yang kelihatannya sederhana. Namun proses bayi tabung tidak sesederhana itu, membutuhkan persiapan yang panjang dan matang serta biaya yang tidak murah.



Beberapa tahapan dan proses bayi tabung :


1. Seleksi pasangan calon pasien


Seleksi ini bertujuan untuk memilih pasangan yang layak untuk mengikuti program bayi tabung. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kegagalan dalam proses bayi tabung.



2. Stimulasi Merangsang indung telur (Ovarium)


Stimulasi atau merangsang indung telur untuk memproduksi banyak sel telur, karena dalam program bayi tabung perlu lebih dari satu sel telur untuk menghasilkan embrio, tidak seperti pada kehamilan normal yang hanya membutuhkan satu sel telur saja.



3. Memantau pertumbuhan folikel


Agar oosit matang biasanya dilakukan penyuntikan human chorionic gonadotropin (hCG) sebanyak 4 kali atau lebih sampai folikel berukuran sekitar 18-20 mm dan kadar estradiol pasien lebih dari 2000 pg/ml. Semua proses ini di pantau dengan menggunakan alat ultrasonografi untuk memastikan sel telur sudah cukup matang untuk di panen.



4. Pengambilan sel telur


Sel telur biasanya sudah bisa di panen setelah 34-36 jam setelah disuntik hCG. Dalam proses pengambilan sel telur menggunakan jarum untuk menghisap folikel dari ovarium, agar pasien tidak merasakan sakit maka akan dilakukan pembiusan ringan atau total sesuai keadaan.



5. Pengambilan sel sperma


Sel sperma bisa di ambil bersama pada saat sel telur di ambil. Kemudia dimasukkan kedalam wadah sekitar 10.000 sperma yang sudah di pilih dan merupakan bibit yang paling bagus. Pengambilan sperma sendiri bisa dengan masturbasi atau bila ada masalah akan dilakukan operasi untuk pengambilan sperma langsung dari buah zakar.



6. Pembuahan sel telur (fertilisasi)


Wadah yang berisi 10.000 sperma akan di pertemukan dengan sel telur yang di ambil pada hari yang sama agar perkembangannya maksimal simpan di laboratorium, di harapkan dalam waktu 12-24 jam antara sperma dan sel telur sudah terjadi pembuahan.



7. Pemindahan embrio ke rahim


Setelah disimpan sekitar 3-5 hari dan dianggap sudah cukup matang maka sel telur yang sudah dibuahi di masukkan kedalam rahim kembali. Pada hari ke 3-5 setelah pembuahan, embrio sudah pada fase blastosit dimana embrio sudah mampu menempel pada rahim dengan baik.


Sebelum embrio di pindahkan beberapa hari sebelumnya akan di berikan hormon progesteron bisa berupa suntikan, pil atau gel agar rahim dapat menerima embrio. Pemindahan embrio kedalam rahim menggunakan alat yang disebut kateter berbentuk tabung tipis. Untuk memperbesar kemungkinan hamil maka 2-5 embrio dimasukkan kedalam rahim sekaligus.



8. Cek kehamilan


Selang waktu 2 minggu setelah embrio dipindahkan ke dalam rahim, waktunya untuk tes kehamilan, jika positif berarti SELAMAT Anda sedang mengandung sekarang. Selanjutnya dokter akan melakukan USG untuk memastikan apakah Anda tidak mengalami keguguran, kehamilan ektopik atau bisa juga sedang mengandung bayi kembar.



9. Simpan beku embrio


Jika ada sisa embrio yang berkualitas bagus bisa di simpan dengan cara dibekukan untuk digunakan bila terjadi kegagalan atau bisa juga di sumbangkan untuk pasangan lain.



Faktor Penentukan Keberhasilan Bayi Tabung


Tentunya tidak ada pasangan yang mengharapkan kegagalan mengingat proses yang dilalui untuk program bayi tabung tidaklah mudah, baik tenaga, pikiran, waktu dan tidak lupa juga uang yang tidak sedikit. Tetapi itu semua kembali kepada kehendak Yang Maha Kuasa kita sebagai orang percaya harus menerima apaun hasilnya. Selain factor diatas masih ada beberapa factor yang menentukan keberhasilan program bayi tabung.



Faktor lain penentu keberhasila program bayi tabung :


1. Usia calon ibu sebaiknya antara 23-39 tahun.
2. Berat badan,
3. Kebiasaan merokok,
4. Asupan kafein dan alcohol,
5. Tingkat stress,
6. Riwayat kehamilan sebelumnya
7. Kualitas dan jumlah embrio yang di tanamkan ke rahim.


Itulah tadi pembahasan mengenai tahapan dan proses bayi tabung dan semua hal yang terkait tentangnya. Semoga pengetahuan Anda bias bertambah dan menjadi lebih peduli pada kesehatan.

0 Response to "Bayi Tabung : 9 Tahap Yang Harus Dilalui Agar berhasil Hamil"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel