Difteri Pada Anak : Penyebab, Gejala, Penularan dan Pencegahan - Semoga Sehat

Difteri Pada Anak : Penyebab, Gejala, Penularan dan Pencegahan

Difteri pada anak adalah salah satu penyakit yang dapat mengancam nyawa anak Anda. Berbagai macam penyakit yang menyerang anak-anak yang disebabkan oleh beberapa faktor lainnya yang dapat mempengaruhi perkembangan anak-anak. Utamanya pada anak yang sedang mengalami proses pertumbuhan yang mana kurang perhatian orang tua saat mereka bermain. Sehingga, hal ini membuat anak-anak mudah terserang penyakit yang disebabkan karena infeksi. Infeksi ini bisa berupa bakteri, virus, hingga microorganisme lainnya yang mana dapat menghambat kondisi imunitas pada anak dan melemah.


Berbagai macam penyakit infeksi dan menular pada anak seperti infeksi telinga, infeksi saluran kemih, infeksi saluran pencernaan, infeksi paru-paru, hingga infeksi tenggorokan. Nah, salah satu penyakit menular alias infeksi yang menyerang pada anak-anak ini adalah infeksi difteri. Penyakit yang merupakan salah satu infeksi microorganisme pada anak-anak karena bakteri yang bernama Corynebacterium Diptheriae.


WHO mencatat terdapat 7 ribu lebih kasus difteri yang terleporkan dari seluruh dunia pada tahun 2016. Pada angka tersebut, Indonesia turut menyumbang sekitar 300 lebih kasus. Sejak tahun 2011 hingga 2016, Indonesia pun mulai terserang kasus difteri yang mana Indonesia menduduki peringkat kedua setelah India sebagai jumlah kasus difteri terbanyak. Lebih mengerikan lagi, dari 3 ribu penderita difetri, 100 dilaporkan meninggal. Hal ini disebabkan karena 90 persen penderita difteri tidak mendapatkan penanganan khusus.



Penyebab Penyakit Difteri yang Menyerang Anak


Difteri merupakan salah satu jenis infeksi yang pada umumnya menyerang selaput lendir pada tenggorokan dan hidung. Tak hanya itu, difteri juga dapat menyerang kulit tubuh kita, khususnya pada anak-anak. Lebih berbahayanya lagi, penyakit ini sangatlah berbahaya karena bisa menular dan bahkan dapat mengancam nyawa.


Di bulan Desember 2017, Indonesia mulai digencarkan dengan adanya penyakit difteri. Penyakit ini terus meningkat dan menyebar dari seluruh pelosok negeri yang menyerang anak-anak. Tentunya hal ini sangat mengkhawatirkan kita semua sebagai orang tua.


Penyakit difteri pada anak ini tergolong penyakit mematikan. Sebelum adanya vaksin, sekitar setengah dari penderita difteri dikabarkan meninggal dunia di jaman itu. Hingga ditemukannya vaksin, hal ini menjadi suatu kejadian dramatis bagi para penderita difteri.


Penyakit difteri pada anak muncul karena adanya serangan bakteri Corynebacterium Diphtheriae yang dapat memberikan racun yang mana racun tersebut dapat merusak sel seluruh tubuh. Penyakit ini sangat mengerikan karena dapat menerang jantung yang dapat menyebabkan kematian.


Umumnya, anak-anak yang terserang penyakit difteri adalah anak-anak yang tidak dan belum mendapatkan vaksin difetri.



Gejala Penyakit Difteri pada Anak


Penyakit difteri pada anak yang sangat marak ini ditandai dengan berbagai gejala. Penyakit difteri pada anak memiliki tanda yang harus diwaspadai dan wajib diketahui oleh para orang tua agar tidak sampai kecolongan, karena apabila lambat penanganannya bisa mengakibatkan kematian pada anak.



Berikut ini gejala penyakit defteri pada anak :


1. Muncul membran abu-abu yang menutupi tenggorokan pada bagian tenggorokan dan amandel.
2. Pembengkakan kelenjar limfa pada leher,
3. Batuk keras
4. Demam tinggi kadang disertai menggigil,
5. Sulit bernafas atau nafas cenderung lebih cepat dan tersengal-sengal,
6. Detak jantung tidak beraturan,
7. Suara menjadi serak
8. Hidung mengeluarkan lendir encer pada awal kemudian berubah menjadi kental berwarna kuning kehijauan yang terkadang disertai darah,
9. Muncul ruam berwarna kemerahan (kulit menjadi meradang)
10. Nafsu makan menurun dan tubuh menjadi lemas,



Berikut ini tindakan yang harus dilakukan apabila anak Anda memiliki gejala seperti di atas :



  1. Segera bawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lengkap.

  2. Jika terdiagnosis positif difteri, maka anak akan mendapatkan perawatan di ruang isolasi.

  3. Dokter akan menyarankan seluruh anggota keluarga yang pernah kontak dengan anak tersebut untuk mendapatkan pemeriksaan yang sama oleh dokter apakah mereka terjangkit agar dapat memutus mata rantai penularan.

  4. Seluruh Anggota keluarga yang pernah kontak tetapi belum tertular segera di vaksin difteri.

  5. Semua barang yang pernah digunakan anak tersebut di steril menggunakan sabun antiseptic dan bila memungkinkan bisa di musnahkan dengan cara di bakar.

  6. Yang harus di ingat patuhi seluruh petunjuk dan prosedur dari dokter.


Dampak Penyakit Difteri pada Anak


Ada banyak hal berbahaya muncul yang disebabkan penyakit difteri pada anak ini, seperti mengganggu pernafasan, toksin yang masuk ke saluran pernafasan sehingga dapat merusak paru-paru, pendarahan yang hebat hingga gagal ginjal. Selain itu, hal yang bisa kemungkinan terjadi adalah adanya kerusakan sistem syaraf pada anak.


Maka dari itu, mengingat adanya bahaya yang timbul dari infeksi difetri ini, maka perlu diadakannya pencegahan agar tidak terjadi pada anak kita.



Penularan Penyakit Difteri pada Anak


Penyakit difteri pada anak ini adalah infeksi yang bisa menular dari mana saja pada anak-anak. Salah satu penularan penyakit difteri pada anak ini adalah terhirupnya percikan ludah dari penderita difteri, ketika penderita sedang bersin dan batuk. Hal inilah penyebab penularan yang paling umum karena infeksi ini bisa terjadi karena udara. Tapi, penyakit ini tidak akan tertular jika jarak dengan penderita relatif jauh.



Cara lain untuk mencegah penularan penyakit difteri pada anak :


1. Menjaga kebersihan lingkungan dan badan, budayakan kebiasaan mencuci tangan setelah main di luar rumah dan sebelum makan.
2. Menghindari kontak langsung dengan penderita defteri.
3. Makan makanan bergizi.
4. Rajin berolahraga.
5. Ajarkan anak pada saat bersin untuk menutup hidung.



Mencegah Penyakit Difteri pada Anak


Salah satu pencegahan yang bisa dilakukan untuk menangani kasus penyakit difteri pada anak ini adalah dengan cara melakukan imunisasi. Maka dari itu, imunisasi adalah hal yang wajib di Indonesia. Imunisasi DTP merupakan Imunisasi difetri yang dikombinasikan dengan tetanus dan pertusis (batuk rejan). Penangannya, sebelum anak mencapai usia setahun, anak diwajibkan menggunakan imunisasi ini sebanyak 3 kali.


Imunisasi merupakan salah satu cara yang paling efektif dalam pencegahan penyakit difteri pada anak. Maka dari itu, pemerintahan Indonesia khususnya pada Dinas Kesehatan perlu adanya sosialisasi pentingnya vaksin DTP untuk mencegah terjadinya difteri pada anak-anak. Terlebih lagi, bahwa anak-anak adalah masa yang yang paling rentan terserang penyakit.


Perlu diketahui, bahwa vaksin DTP ini merupakan vaksin tertua di dunia. Setidaknya orang harus mendapatkan vaksin difteri minimal 6 sampai 7 kali dalam seumur hidupnya.


Itulah tadi pembahasan mengenai penyebab, gejala, penularan dan pencegahan difteri pada anak beserta semua hal yang terkait tentangnya. Sayangi anak Anda lakukan pencegahan, daripada terlambat. Semoga pengetahuan Anda bias bertambah dan menjadi lebih peduli pada kesehatan.

0 Response to "Difteri Pada Anak : Penyebab, Gejala, Penularan dan Pencegahan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel