Displasia Bronkopulmoner Pada Bayi Yang Mutlak Harus Bunda Ketahui - Semoga Sehat

Displasia Bronkopulmoner Pada Bayi Yang Mutlak Harus Bunda Ketahui

Semogasehat.com, Displasia Bronkopulmoner Pada Bayi Yang Mutlak Harus Bunda Ketahui - Displasia Bronkopulmoner pada bayi ?. Bayi adalah buah hati yang perlu dijaga oleh kita semua khususnya orang tua. Karena bayi adalah karunia Tuhan yang benar-benar membuat kita bahagia. Selain meneruskan generasi kita, bayi atau sang buah hati adalah penghibur lara kita. Tapi, bagaimana jika bayi kita sedang terkena penyakit Displasia Brokopulmoner? Penyakit apakah itu? Lalu bagaimana cara mengatasinya? Mari kita simak artikel ini.



Pengertian Displasia Bronkopulmoner pada Bayi


Displasia Bronkopulmoner pada Bayi

Penyakit Displasia Bronkopulmoner pada bayi atau dalam istilah latinnya bronchopulmonary dysplasia adalah penyakit yang menyerang sang buah hati dari usia 0 sampai 10 bulan, di mana penyakit ini merupakan cedera pada paru-paru karena terapi kosigen yang terlalu tinggi kadarnya. Selain itu juga disebabkan adanya pemakaian ventilator yang berlebihan. Kebanyakan penyakit ini ditemukan pada bayi yang mengalami prematur.



Hal ini dikarenakan, bahwa dengan kondisi bayi prematur yang perlu penanganan terapi oksigen, maka bisa memicu terjadinya penyakit Displasia Bronkopulmoner pada bayi.



Namun, bukan berarti bahwa bayi normal juga tidak terkena penyakit ini. semua bayi yang pernah menjalani terapi oksigen atau ventilator, maka bisa jadi pemicu adanya penyakit ini. penyakit ini pun muncul karena kadarnya yang terlalu tinggi seperti adanya terapi oksigen yang terlalu dipaksa hingga berlebihan. Padahal bayi juga memiliki kapasitas sendiri pada sistem pernapasannya yang mana tidak seperti orang dewasa. Jika hal ini dipaksa terus menerus, maka sangat berbahaya pada bayi.



Penyebab Displasia Bronkopulmoner pada Bayi


Seperti yang dijelaskan di atas bahwa penyebab terjadinya penyakit displasia bronkopulmoner pada bayi, bisa saja disebabkan dari bayi yang mengalami ventilator dan terapi oksigen yang terlalu tinggi dalam waktu yang lama.
Sebenarnya, terapi oksigen dengan konsentrasi tinggi ini dikhususkan untuk bayi yang mengalami sindrom akut pada pernafasan bayi ketika baru lahir. Sehingga perlu pengobatan berupa terapi agar bayi dapat bernapas dengan normal.



Selain terapi oksigen dengan konsentrasi tinggi, penyakit displasia bronkopulmoner pada bayi ini juga bisa disebabkan adanya peningkatan tekanan pada paru-paru bayi yang disebabkan dari ventilator mekanik. Sehingga bayi bisa terpicu mengalami keracunan oksigen yang bisa menyebabkan bayi harus menjalani terapi oksigen dengan konsentrasi yang tinggi dan dalam waktu yang lama. Namun, hingga sekarang para dokter masih melakukan riset penyebab lain dari penyakit displasia bronkopulmoner ini.



Gejala Displasia Bronkopulmoner pada Bayi


Kita perlu mengetahui gejala-gejala yang timbul yang bisa memungkinkan bayi terkena penyakit displasia bronkopulmoner pada bayi. Jika kita sudah mengetahui gejala-gejalanya, sebaiknya segera kita atasi dan obati dengan pergi ke dokter untuk melakukan konsultasi dan menjalankan penanganan lebih lanjut.



Berikut ini adalah gejala-gejala yang terjadi jika bayi sedang mengalami penyakit displasia bronkopulmoner pada bayi.



1. Nafas Cepat


Nafas yang cepat dan tidak teratur alias nafas yang tidak wajar ini adalah kecenderungan bayi sedang mengalami penyakit tersebut. Sebaiknya kita cek, kenapa nafas pada bayi kita begitu cepat dan tidak berjalan dengan normal.



2. Warna Kulit Kebiruan


Warna pada kulit bayi berubah menjadi kebiruan adalah salah satu gejala dari penyakit displasia bronkopulmoner pada bayi. Hal ini disebabkan karena adanya racun di dalam oksigen yang sedang berjalan di dalam tubuh bayi, terutama pada paru-parunya.



Baca: Cara Praktis Meredakan Rasa Sakit Pada Leher Anda

3. Sesak Nafas


Selain nafas bayi yang begitu cepat, sesak nafas juga termasuk dalam kategori gejala penyakit ini. Jika bayi terlihat sesak nafas atau kesulita bernafas dengan tanda nafas yang tersengal-sengal, sebaiknya kita perlu berlari ke dokter untuk menanyakannya. Karena bisa jadi ini adalah gejala dari penyakit displasia bronkopulmoner pada bayi.



Mengatasi Displasia Bronkopulmoner pada Bayi


Ventilator bayi sebenarnya diperlukan untuk memberikan tekanan pada paru-paru agar jaringan paru-paru pada bayi bisa mengembang dengan sempurna dan mendapatkan oksigen tambahan secara buatan. Jika bayi sudah terlihat menyesuaikan diri dengan alat bantu tersebut, maka sebaiknya konsentrasi dan tekanan oksigen segera dikurangi. Namun, cara menguranginya jangan langsung dikurangi, namun dengan bertahap. Namun, cara ini rata-rata gagal, dan pada akhirnya banyak orang tua yang ditinggalkan buah hatinya pada usia dini.



Ada cara mengatasi yang lain yaitu dengan menghilangkan gangguan pada pernafasan secara perlahan. Namun, kebanyakan bayi di tahun-tahun pertama sering mengalami pneumonia. Jadi, kita bisa mengatasi penyakit displasia bronkopulmoner pada bayi ini dengan cara melepaskan secepat mungkin ventilator yang digunakan untuk melakukan terapi oksigen. Atau Anda bisa mempersnigkat waktu pemakaian pada bayi. Karena ini adalah satu-satunya pengobatan dan pencegahan pada bayi yang sedang mengalami penyakit displasia bronkopulmoner pada bayi.



Penutup


Itulah tadi pembahasan mengenai penyakit displasia bronkopulmoner pada bayi dari pengertian, penyebabnya, hingga cara mengatasinya beserta semua hal yang terkait tentangnya. Tetap berkonsultasi dengan dokter spesialis bayi untuk mendapatkan pengobatan yang lebih efektif dan maksimal untuk mencegah bahaya kematian yang bisa saja mengancam buah hati Bunda. Semoga pengetahuan Anda bisa bertambah dan menjadi lebih peduli pada kesehatan.

0 Response to "Displasia Bronkopulmoner Pada Bayi Yang Mutlak Harus Bunda Ketahui"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel