Pertolongan Pertama Pada Stroke : Mitos Tusuk jari Sampai Berdarah - Semoga Sehat

Pertolongan Pertama Pada Stroke : Mitos Tusuk jari Sampai Berdarah

Pertolongan pertama pada stroke – Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan artikel di media social tentang pertolongan pada stroke dengan cara menusuk jari orang yang sedang terserang stroke sampai berdarah untuk menurunkan tekanan darah dalam tubuh dapat menyelamatkan jiwa katanya.

Tetapi menurut pakar kesehatan Dr.dr. Yuda Turana, Sp.S dari Fakultas kedokteran Atma Jaya dan dr. Dicky Armein Hanafy, SpJP (K), FIHA masing-masing mengatakan bahwa itu hanyalah mitos semata karena alih-alih dapat menyelamatkan jiwa malah efeknya akan memperberat serangan stroke tersebut.

Tusukan pada jari sampai berdarah dengan tujuan menurunkan tekanan darah malah akan meningkatkan tekanan darah karena adanya respon dari tubuh terhadap rasa sakit pada jari, belum lagi alat yang digunakan untuk menusuk jari belum tentu steril bisa saja menyebabkan infeksi dikemudian hari.

Sehingga di ambil kesimpulan cara pertolongan stroke dengan menusuk jari sampai berdarah tidak perlu dilakukan karena darah yang dikeluarkan dari luka di jari sangat sedikit sehingga tidak akan bisa menurunkan tekanan darah dan menghentikan pendarahan di otak malah akan memperburuk keadaan si penderita.

Gejala awal stroke


Agar dapat memberikan pertolongan yang benar pada orang yang terserang stroke ada baiknya kita mempelajari terlebih dahulu apa saja gejala awal stroke tersebut agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukan pertolongan.

Stroke sendiri terbagi menjadi 2 macam :

  • Stroke penyumbatan (infarktion)
    Kematian jaringan otak karena kekurangan suplai oksigen biasa ditandai dengan lemasnya anggota tubuh yang umunnya terjadi pada salah satu sisi tubuh saja (hemipharese), bicara menjadi pelo akibat muka yang menjadi miring.

  • Stroke pendarahan (bleeding)
    Peningkatan tekanan di dalam otak mengakibatkan pecahnya pembuluh darah di otak. Biasanya ditandai dengan sakit kepala tiba-tiba yang hebat biasa disertai dengan mual dan muntah kemudian penderita akan hilang kesadaran.


Pertolongan pertama pada stroke yang benar


Sekarang Anda sudah mengetahui jenis-jenis stroke dan juga mengetahi bahwa pertolongan pada stroke dengan cara menusuk jari sampai berdarah adalah mitos yang tidak berguna sama sekali.

Oleh sebab itu selanjutnya kita akan membahas tentang cara yang benar untuk melakukan pertolongan pada stroke :

1. Menjaga kelancaran napas dan sirkulasi darah


Penanganan paling pertama adalah menjaga jalan napas tetap terbuka dan menjaga kestabilan sirkulasi darah penderita serangan stroke.


Caranya :




  • Jika pasien tidak sadar baringkan di tempat yang aman.

  • Posisikan pasien miring ke kiri agar tidak tersedak akibat masuknya cairan kedalam saluran pernapasan, untuk antisipasi jika saja pasien muntah.


2. Segera bawa kerumah sakit


Segera bawa ke rumah sakit yang dilengkapi dengan peralatan CT scan untuk mengetahui jenis secara pasti jenis stroke yang di derita pasien agar dokter dapat memberikan penanganan yang tepat.
Usahakan pasien terkena stroke sudah di bawah ke rumah sakit antara 3 – 6 jam setelah kejadian, tetapi semakin cepat semakin bagus.

  • Penanganan pada Stroke penyumbatan (infarktion)
    Metode yang umum digunakan adalah dengan obat atau bisa juga dengan prosedur endovascular yang bertujuan untuk menghancurkan darah membeku yang menyumbat pembuluh darah di otak.

  • Penanganan Stroke pendarahan (bleeding)
    Tujuan utamanya adalah untuk menghentikan pendarahan di otak


Demikianlah tadi pembahasan mengenai pertolongan pertama pada stroke dengan menusuk jari sampai berdarah yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Jangan terlalu percaya dengan apa yang kita dapat di media social lebih baik tanyakan kebenarannya kepada dokter. Semoga bermanfaat dan lebih perduli lagi pada kesehatan.

0 Response to "Pertolongan Pertama Pada Stroke : Mitos Tusuk jari Sampai Berdarah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel