4 Warna Feses Bayi Yang Sangat Penting Untuk Diketahui - Semoga Sehat

4 Warna Feses Bayi Yang Sangat Penting Untuk Diketahui

Warna feses bayi - Feses bayi BAB (Feses) pada bayi memiliki perberbedaan dari orang dewasa baik dari segi warna, bentuk, dan pola BAB. kadang kala konsistensinya cair, warnanya berubah, frekuensinya tak beraturan misalnya kalau bayi tidak BAB selama 3-4 hari, bahkan bisa-bisa tujuh hari, selama ia hanya minum ASI dan riwayat BABnya normal ketika lahir, maka masih boleh dikatakan bayi tak ada gangguan apa-apa

Jenis susu yang dikonsumsi bayi sangat tinggi pengaruhnya terhadap feses bayi. Pada bayi yang diberikan ASI ekslusif, fesesnya akan berbentuk pasta yang kadang disertai biji-bijian kecil dan warnanya biasanya kuning. Kadang bentuknya bisa lebih cair, sedikit berbusa, dan bisa disertai banyak kentut. tapi itu bukanlah diare, Sebab selama tumbuh kembangnya bagus, berat badannya naik, berarti bayi itu sehat-sehat saja.

Pada bayi yang mengkonsumsi susu formula, tinjanya dapat lebih keras, bentuknya agak liat dan bergumpal-gumpal, serta warnanya coklat tua. Jadi, yang mengkonsumsi susu formula lah yang terkadang bisa menimbulkan susah buang air besar

Warna Feses Bayi


Menurut dr. Waldi Nurhamzah, Sp.A feces bayi dapat digolongkan menjadi 4 warna yaitu :

1. Kuning


Warna kuning diindikasikan sebagai feses yang normal. Bila bayi minum ASI secara eksklusif, tinjanya berwarna lebih cerah dan cemerlang atau didominasi warna kuning, karenanya disebut golden feces. Berarti ia mendapat ASI penuh, dari foremilk hingga hindmilk


Warna kuning timbul dari proses pencernaan lemak yang dibantu oleh cairan empedu. Cairan empedu dibuat di dalam hati dan disimpan beberapa waktu di dalam kandung empedu sampai saatnya dikeluarkan. Bila di dalam usus terdapat lemak yang berasal dari makanan, kandung empedu akan berkontraksi (mengecilkan ukurannya) untuk memeras cairannya keluar. Cairan empedu ini akan memecah lemak menjadi zat yang dapat diserap usus.


Sedangkan bila yang diminum susu formula, atau ASI dicampur susu formula, warna feses akan menjadi lebih gelap, seperti kuning tua, agak cokelat, cokelat tua, kuning kecoklatan atau cokelat kehijauan.



2. Hijau


Feses berwarna hijau juga termasuk kategori normal. Meskipun begitu, warna ini tidak boleh terus-menerus muncul. Ini berarti cara ibu memberikan ASI-nya belum benar hingga yang terisap oleh bayi hanya foremilk saja, sedangkan hindmilk-nya tidak. Kasus demikian umumnya terjadi kalau produksi ASI sangat melimpah. Di dalam payudaranya, ibu memiliki ASI foremilik dan ASI hindmilk.


Pada saat bayi menyusu mengisap ASI Foremilk lebih dulu. Bagian ini mempunyai lebih banyak kandungan gula dan laktosa tapi rendah lemak. Sifatnya yang mudah dan cepat diserap membuat bayi sering lapar kembali. Sedangkan, ASI hindmilk akan terisap kalau ASI foremilk sudah habis. Hindmilk mengandung banyak lemak yang membuat tinja menjadi kuning.


Kalau bayi hanya mendapat foremilk yang mengandung sedikit lemak dan banyak gula maka hal itu akan membuat feses bayi berwarna hijau. Bahkan sering juga dari situ terbentuk gas yang terlalu banyak (kentut), sehingga bayi merasa tak nyaman (kolik).


Terkadang selain memberi ASI, ibu juga memberikan tambahan susu formula. Sehingga sebelum proses menyusunya mencapai ASI hindmilk, bayi sudah telanjur kenyang. Akibatnya, bayi tersebut hanya mendapat ASI foremilk saja. Sebaiknya berikan bayi ASI secara eksklusif, dengan cara menyusui bayi dengan salah satu payudara sampai ASI di situ habis atau terasa kosong, dan setelah itu baru pindah ke payudara berikutnya.



3. Merah


Warna merah pada fese bayi bisa disebabkan karena adanya tetesan darah, namun perlu diperhatikan apakah merah itu disebabkan darah dari tubuhnya sendiri atau dari ibunya.


Jika bayi sempat mengisap darah ibunya pada proses persalinan, maka pada fesesnya akan ditemukan bercak hitam yang merupakan darah. Umumnya bercak itu muncul selama satu sampai tiga hari.


Bila darah itu tetap muncul pada fesesnya (bisa cair ataupun bergumpal), dan ternyata bukan berasal dari darah ibu, maka perlu diperiksa lebih lanjut. Karena kemungkinannya hanya dua, yaitu alergi susu formula bila bayi sudah mendapatkannya, dan penyumbatan pada usus yang disebut invaginasi. kedua hal tersebut membutuhkan penangan. Akan tetapi kalau feses bayi tersebut bewarna merah karena invaginasi, maka bayi harus segera dioperasi.


Darah pada feses sangat jarang berasal dari disentri amuba atau basiler, karena bayi hanya mengkonsumsi asi. Akan tetapu kalau penyakitnya serius, biasanya bayi juga punya keluhan lain, seperti perutnya membuncit atau menegang, muntah, demam, rewel dan kesakitan.



4. Putih ke abu-abuan


Waspadai segera jika feses bayi yang baru lahir berwarna kuning pucat atau putih keabu-abuan. Baik yang encer ataupun padat. Warna putih menunjukkan gangguan pada hati atau penyumbatan saluran empedu. Ini berarti cairan empedunya tidak bisa mewarnai feses, bila bayi sampai mengeluarkan tinja berwarna putih, saat itu juga ia harus dibawa ke dokter. Jangan menundanya sampai berminggu-minggu karena pasti ada masalah serius yang harus diselesaikan sebelum bayi berumur tiga bulan. Sebagai langkah pertama, umumnya dokter akan segera melakukan USG pada hati dan saluran empedunya.


jikalau dibiarkan, dan bayinya baru dibawa ke dokter sesudah berumur di atas tiga bulan, maka saat itu si bayi sudah tidak bisa diapa-apakan lagi karena umumnya sudah mengalami kerusakan hati. Pilihannya tinggal transplantasi hati


Demenian tadi pembahasan mengenai warna feses bayi yang sangat penting untuk diketahui. Semoga berguna dan menjadi lebih peduli lagi pada warna feses bayi Anda.

0 Response to "4 Warna Feses Bayi Yang Sangat Penting Untuk Diketahui"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel