Cara Perawatan Bayi Prematur di Ruang NICU Rumah Sakit - Semoga Sehat

Cara Perawatan Bayi Prematur di Ruang NICU Rumah Sakit

Cara perawatan bayi prematur di ruang NICU - Suatu kelahiran bisa dianggap prematur, bila kelahiran tersebut terjadi sebelum minggu ke 37 kehamilan. Sedangkan kehamilan normal seharusnya berlangsung sekitar 40 minggu. Pada kasus persalinan prematur yang berisiko tinggi terhadap bayi yang akan di lahirkan, maka orang tua harus memastikan bahwa rumah sakit yang di datangi memiliki pasilitas NICU (Neonatal Intensive Care Unit). Hal ini untuk memastikan bahwa bayi yang akan di lahirkan nanti akan mendapatkan perawatan yang intensif setelah di lahirkan.

Cara perawatan bayi prematur di ruang NICU


Kehamilan minggu terakhir adalah waktu yang sangat penting untuk penambahan berat badan dan waktu di mana organ vital, termasuk otak dan paru-paru berkembang menjadi sempurna. Inilah sebabnya bayi prematur memiliki lebih banyak masalah medis menghmemerlukan masa tinggal di rumah sakit yang lebih lama. Mereka mungkin juga memiliki masaruskan mereka tinggal di rumah sakit lebih lama di banding anak yang di lahirkan normal.

Bayi prematur berisiko mengalami banyak komplikasi medis yang serius. Salah satunya adalah sindrom gangguan pernapasan (RDS). Bayi dengan RDS berjuang untuk bernafas karena paru-paru yang byang belum berkembang dengan sempurna.

Pada masa lalu kelahiran prematur merupakan penyebab utama kematian bayidi dunia termasuk di Indonesia. Saat ini dengan meningkatnya teknologi di bidang kesehatan yang berdampak pada kualitas perawatan untuk bayi prematur yang baru dilahirkan, maka tingkat kelangsungan hidup bayi prematur juga semakin tinggi.

Sebenarnya dalam kasus tertentu dokter dapat mencegah kelahiran prematur dengan memberi ibu obat tertentu yang bisa menunda persalinan, tetapi hal ini tidak semua bisa berhasil. Di bawah ini kita akan membahas cara perawatan bayi prematur di ruang NICU apabila kelahiran sudah tidak dapat di tunda lagi.

1. Ditempatkan dalam inkubator.


Bayi mungkin akan tinggal di dalam inkubator yang tetap hangat untuk membantu bayi Anda menjaga suhu tubuh normal.



2. Pemantauan tanda vital bayi Anda.


Sensor akandi pasangkan di tubuh bayi untuk memantau tekanan darah, detak jantung, pernapasan dan suhu. Ventilator digunakan untuk membantu bayi bernafas dengan baik.



3. Memiliki tabung makanan.


Pada awalnya bayi Anda mungkin menerima cairan dan nutrisi melalui tabung intravena (IV). ASI mungkin diberikan lewati hidung bayi dan masuk ke lambung (nasogastrik, atau NGT). Bila bayi cukup kuat mengisap, menyusui atau memberi susu botol di berikan sesering mungkin.



4. Menambah cairan tubuh


Bayi Anda memerlukan sejumlah cairan setiap hari, tergantung pada usia dan kondisi medisnya. Tim NICU akan memantau kadar cairan, natrium dan kalium dengan hati-hati untuk memastikan bahwa tingkat cairan dalam tubuh bayi terjaga sesuai dengan kebutuhan bayi . Jika cairan di rasa kurang maka perawat akan memasukkan cairan ke dalan tubuh bayi melalui infus.



5. Menghabiskan waktu di bawah lampu bilirubin.


Untuk mengobati ikterus bayi, bayi Anda dapat ditempatkan di bawah satu set lampu - yang dikenal sebagai lampu bilirubin - untuk jangka waktu tertentu. Lampu membantu sistem bayi Anda memecah kelebihan bilirubin, yang terbentuk karena hati tidak dapat memproses semuanya. Sementara di bawah lampu bilirubin, bayi Anda akan mengenakan masker pelindung untuk beristirahat dengan lebih nyaman.



6. Menerima transfusi darah.


Karena bayi prematur mungkin memiliki kemampuan yang rendah dalam memproduksi sel darah merah sendiri, transfusi darah mungkin diperlukan untuk meningkatkan volume darah nya dan jika bayi harus di ambil sampel darahnya untuk beberapa macam tes



Obat-obatan yang biasa di berikan untuk bayi lahir prematur


Obat-obatan dapat diberikan kepada bayi ntuk merangsang fungsi normal paru-paru, jantung dan sirkulasi darah. Pemberian obat tentunya di tergantung pada kondisi bayi dan tentunya rekomendasi dari dokter :

  • Cairan (surfaktan), disemprotkan ke paru-paru untuk membantu pertumbuhannya.

  • Obat kabut halus (aerosol) atau IV untuk menguatkan pernapasan dan detak jantung.

  • Antibiotik jika ada infeksi atau jika ada kemungkinan adanya infeksi.

  • Obat yang meningkatkan output urin (diuretik) untuk membantu paru-paru dan, terkadang, sirkulasi.

  • Penyuntikan obat ke mata untuk menghentikan pertumbuhan pembuluh darah baru yang bisa menyebabkan retinopati prematuritas.

  • Obat yang membantu menutup defek jantung dikenal sebagai patent ductus arteriosus.


Saat komplikasi spesifik muncul, terkadang operasi perlu dilakukan :



  • Masalah pemberian makan, dengan menempatkan garis sentral untuk mengantarkan nutrisi IV.

  • Enterokolitis necrotizing, dengan membuang bagian usus yang rusak.

  • Patent ductus arteriosus, ketika obat gagal bekerja, dengan menutup pembuluh darah di dekat jantung.

  • Retinopati prematuritas, dengan menggunakan laser untuk membalikkan perkembangan pembuluh darah abnormal dan membatasi risiko lebih lanjut terhadap penglihatan.

  • Memburuknya hidrosefalus, dengan menempatkan tabung plastik, disebut shunt, untuk mengalirkan kelebihan cairan di otak.


Bayi sudah siap di bawa pulang apabila memenuhi syarat-syarat di bawah ini :

• Bisa bernafas tanpa dukungan alat pernapasan
• Bisa menjaga suhu tubuh yang stabil
• Bisa pakai ASI atau botol
• Berat badan bertambah dengan pesat
• Bebas dari infeksi


Sebelum pulang dokter akan memberikan saran-saran kepada orang tua bayi bagaimana cara merawat agar bayi dapat tumbuh dengan baik terbebas dari penyakit. Dan tentunya dokter juga akan memberikan jadwal kontrol ke rumah sakit secara berkala.

Demikian tadi pembahasan mengenai cara perawatan bayi prematur di ruang NICU rumah sakit yang harus kita ketehaui. Semoga artikel ini berguna untuk para orang tua yang mempunyai bayi prematur.

0 Response to "Cara Perawatan Bayi Prematur di Ruang NICU Rumah Sakit"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel