Penyakit Difteri : Gejala, Komplikasi, Penanganan dan Pengobatan - Semoga Sehat

Penyakit Difteri : Gejala, Komplikasi, Penanganan dan Pengobatan

Penyakit difteri - Difteri adalah penyakit menular yang diakibatkan oleh bakteri Corynebacterium Diptheriae yang sangat mudah menular melalui batuk atau bersin dari penderitanya. Bakteri difteri paling banyak bersarang di daerah tenggorokan dan hidung, bakteri difteri membentuk selaput berwarna putih dan tebal sehingga bila di biarkan dalam waktu lama akan menutupi saluran nafas.

Bakteri difteri juga dapat mengeluarkan racun/toksin dan racun ini dapat menyebabkan kematian karena dapat melumpuhkan otot jantung dan saraf. Difteri dapat menyerang remaja, balita dan bayi.

Sebenarnya bakteri Difteri sudah masuk dalam kategori penyakit yang sudah nyaris punah, Entah apa yang memicu sehingga bakteri difteri bisa muncul kembali dan mewabah di 95 kabupaten kota dari 20 propinsi sehingga dapat di sebut sebagai kejadian yang luar biasa, dan menurut catatan kementrian kesehatan sudah tercatat sebanyak 622 kasus dengan 32 kasus yang berakhir dengan kematian pasien per November 2017.

Gejala Penyakit Difteri


Bakteri Difteri pada umumnya memiliki masa inkubasi sejak bakteri masuk ke tubuh sampai gejala muncul sekitar 2 sampai 5 hari.

Di bawah ini adalah Gejala-gejala yang ditimbulkan oleh penyakit difteri yang antara lain :

  • Terbentuknya lapisan tipis berwarna abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel.

  • Demam dan menggigil.Sakit tenggorokan dan suara menjadi serak.

  • Sulit bernapas atau napas yang cepat.

  • Pembengkakan kelenjar limfe pada leher.

  • Lemas dan lelah.

  • Pilek. Awalnya cair, tapi lama-kelamaan menjadi kental dan terkadang bercampur darah.


Difteri terkadang juga menyerang kulit dan menyebabkan luka seperti borok (ulkus). Ulkus tersebut akan sembuh dalam beberapa bulan dan,biasanya akan meninggalkan bekas pada kulit penderitanya.

Bila mendapati gejala tersebut segera periksakan diri Anda atau anggota keluarga yang merasakan gejala di atas agar cepat di tanggani untuk mencegah komplikasi yang lebih sulit lagi pengobatannya.

Komplikasi yang disebabkan bakteri Difteri.


Dibawah ini adalah komplikasi yang di sebabkan oleh bakteri difteri karena lambatnya penanganan terhadap pasien :

1. Masalah pernapasan


Dapat menyebabkan gagal napas yang berujung kematian karena terjadi peradangan di paru-paru sehingga fungsi dari paru-paru itu sendiri menurun secara drastis, Hal ini di picu terhambatnya pernapasan karena sel-sel yang mati karena terkena toksin hasil produksi dari bakteri difteri akan membentuk membran abu-abu dan membran ini akan luruh masuk ke dalam paru-paru.



2. Kerusakan jantung


Bukan saja mempengaruhi fungsi paru-paru saja, toksin difteri juga dapat masuk ke jantung dan mengakibatkan peradangan otot jantung atau biasa di sebut dengan miokarditis. Komplikasi ini menyebab detak jantung yang tidak beraturan, gagal jantung, dan berujubg pada kematian mendadak pada penderita difteri.



3. Kerusakan saraf


Toksin difteri akan menimbulkan gangguan menelan, masalah saluran kemih, paralisis atau kelumpuhan pada diafragma, serta pembengkakan saraf tangan dan kaki. Pada kasus Paralisis diafragma maka pasien akan kesulitan untuk bernapas sehingga membutuhkan alat bantu pernapasan atau respirator.


Paralisis diagfragma dapat terjadi secara tiba-tiba pada awal muncul gejala atau berminggu-minggu setelah infeksi sembuh. Karena itu, penderita difteri pada anak-anak dianjurkan oleh dokter untuk rawat inap di rumah sakit hingga 1,5 bulan



4. Difteri hipertoksik


Komplikasi pada tahap ini sangatlah berat, karena difteri hipertoksik dapat memicu pendarahan yang parah serta gagal ginjal yang akan mengakibatkan kematian karena sulit untuk di obati.
Pencegahan penyakit Difteri


Pencegahan Difteri yang paling efektif adalah dengan vaksin DTP, Vaksin jenis ini melindungi kita dari penyakit difteri, tetanus dan pertusis atau biasa di sebut batuk rejam. Vaksin DTP sebenarnya adalah vaksin yang wajib untuk anak Indonesia. Vaksin ini diberikan sebanyak 5 kali saat anak Anda berusia dua bulan, tiga bulan, empat bulan, satu setengah tahun dan lima tahun.



Berikut adalah 3 imunisasi yang biasa dilakukan di Indonesia :


• Imunisasi dasar lengkap pada saat (DPTHB 3 kali)


• Imunisasi DT pada anak SD/MI kelas 1


• Imunisasi TD pada anak SD/MI kelas 2 dan 3


Dan untuk anak di bawah tujuh tahun yang tidak pernah atau sudah mendapat tetapi tidak lengkap silahkan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk melakukan vaksin DTP kejaran dan untuk anak yang sudah berumur di atas tujuh tahun akan mendapat vaksin Tdap. Perlindungan vaksin DTP biasanya melindungi anak Anda terhadap difteri seumur hidup.

Tanda-tanda Terserang Penyakit Difteri


Selanjutnya kita akan membahas apa yang dilakukan bila kita atau anggota keluarga ada yang menunjukkan tanda-tanda terserang difteri :

1. Nyeri Tenggorokan Disertai Bunyi Seperti Mengorok


Khususnya untuk anak berumur kurang dari 15 tahun, jika anak Anda mengeluh sakit nyeri pada tenggorokan disertai suara berbunyi seperti mengorok (stridor), segera bawa ke puskesmas atau dokter terdekat.



2. Bawa ke Rumah Sakit


Bila anak di curigai menderita dipteri segera bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan laboratotium lengkap untuk mengetahui apakah anak Anda menderita difteri atau bukan, untuk mendapatkan pengobatan yang tepat



3. Seluruh Anggota Keluarga Serumah Harus Segera Diperiksa ke Dokter


Apabila ada tanda-tanda difteri dari salah satu anggota keluarga karena sifar bakteri difteri yang sangat cepat menular.


Untuk memutuskan rantai penularan, seluruh anggota keluarga serumah harus segera diperiksa oleh dokter.
Tujuannya untuk mengetahui,dan memutus mata rantai dari difteri. Dapat juga di ketahui apakah keluarga kita masuk dalam kategori penderita atau karier tau biasa di sebut pembawa. (eritromisin 50mg/kg berat badan selama 5 hari).



4. Anggota Keluarga yang Dinyatakan Sehat


Anggota keluarga yang telah dinyatakan sehat, secepatnya untuk dilakukan imunisasi DPT.
Jika belum pernah mendapat DPT, imunisasi primer DPT diberikan tiga kali dengan interval/jarak masing-masing selama 4 minggu.sekali


Bagi yang sudah mendapat imunisasi DPT tetapi tidak lengkap bisa langsung mwlwngkapi saja tidak perlu mengulang dari awal. Dan bagi yang imunisasinya sudah lengkap cukup ditambah DPT ulangan satu kali.



5. Deman, Bengkak dan Nyeri


Setelah imunisasi DPT, kadang-kadang timbul demam, bengkak dan nyeri ditempat suntikan DPT. Hal ini adalah suatu yang normal yang akan hilang dengan dengan sendirinya dala beberapa hari kedepan
Untuk pertolongan pertama pada anak demam karena vaksin difteri Anda bisa mempersiapkan obat penurun panas parasetamol sehari empat kali untuk dosis sesuaikan dengan umur.



Cara Mengobati Difteri


Penanganan difteri harus segera di lakukan karena merupakan penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian. Bila gejala difteri mulai muncul segera ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan yang benar. Pemberian eritromisin dan pinisilin akan membantu menghilangkan dan mengeluarkan toksin, dan bila pasien mengalami sesak napas maka tenaga medis akan membuatkan saluran pernapasan agar pasien tersebut dapat bernapas.

Semoga wabah difteri yang sedang melanda Indonesia segera berlalu dan pemerintah juga bertindak cepat untuk mengatasi wabah difteri ini, agar tidak banyak lagi korban yang jatuh.

3 Responses to "Penyakit Difteri : Gejala, Komplikasi, Penanganan dan Pengobatan"

  1. So, kena beli kereta yang harganya lebih murah.

    BalasHapus
  2. Because the admin of this site is working, no doubt very
    shortly it will be well-known, due to its quality contents.

    BalasHapus
  3. 即日必要な借入は、対応してくれる業者をしっかりと精査して利用したほうが良いです。業態的に信販系カード会社などたくさんあります。これらは利用者の仕事の状態などで変わってきますが、キャッシングを利用する場合は、既存顧客の満足度などを考えて決めるべきです。

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel